' name='keywords'/> Portal Download: Pembelajaran
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Januari 2018

Pembelajaran Abad Ke-21 dan Transformasi Pendidikan

Ada Apa Di Abad 21 ini ? Prof. Michio Kaku, pengarang buku “Physics Of The Future” dan seorang pengajar di City University of New York, menjelaskan dalam bukunya mengenai apa yang kira-kira akan terjadi di penghujung abad 21 yaitu antara lain:
  1. Prosesor komputer akan di semua benda di sekeliling kita (baju, meja, cermin, tempat tidur, tas, kaca mata dll) bahkan bisa ditaruh di dalam tubuh manusia, semua perangkat itu akan terhubung dengan internet sehingga bisa berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Dengan kondisi itu maka akan ada kendaraan tanpa supir, lingkungan virtual, hologram, dan kita bisa menggerakkan sesuatu dengan hanya berpikir.
  2. Robot akan menjadi bagian dari kehidupan manusia dimana mereka akan banyak melakukan kerja untuk menggantikan tugas manusia.
  3. Peta tubuh manusia sudah dapat digambarkan (DNA, Kromosom, Gen) sehingga manusia bisa lebih panjang umur dan menghadapi segala penyakit yang ada.
  4. Kendaraan sudah tidak menyentuh darat, semua melayang dan tidak menggunakan bahan bakar cair lagi. Perjalanan ke bulan dan planet lain sudah dapat dilakukan.
Semua teknologi yang mendukung situasi dan kondisi di atas sudah mulai dikembangkan saat ini dan bahkan sudah ada yang masuk dalam tahap uji coba. Satu hal yang perlu kita yakini bahwa perkembangan teknologi di abad 21 ini akan berlangsung sangat luar biasa mengikuti grafik eksponensial dimana perubahan akan berlangsung sangat luar biasa dan banyak hal yang tidak diduga yang akan terjadi di masa depan.
“Kemajuan teknologi akan merubah pola hidup manusia baik dalam bekerja, bermain maupun belajar”
Pola hidup manusia akan berubah, bisa dibayangkan bahwa 10 tahun yang lalu kita tidak bergantung hidup pada telpon sellular namun saat ini kalau kita pergi tanpa memegang telpon sellular maka kita akan menjadi bingung dan resah, saat ini juga sudah banyak orang yang tidak bisa melakukan kerjanya tanpa ada akses internet. Banyak pekerjaan yang akan hilang akibat kemajuan teknologi yang menggantikan kerja manusia namun ada banyak pekerjaan baru yang belum diketahui saat ini. Perubahan ini akan membuka peluang baru namun juga menjadi tantangan baru bagi seluruh manusia.
Untuk menghadapi situasi dan kondisi di atas yang semua serba tidak pasti maka kemampuan yang dibutuhkan adalah kemampuan belajar, beradaptasi dan berinovasi dalam segala keadaan yang ada di depan mata.

Tranformasi Dunia

Dunia mengalami perubahan total, pasar dunia menjadi global dimana semua orang dimanapun mereka berada bisa menjual barang kemanapun mereka mau tanpa harus meninggalkan lokasi usahanya, peluang menjadi besar namun persaingan dan kompetisi juga menjadi global baik secara individu, kelompok usaha maupun Negara. Teknologi menjadi sebuah keniscayaan untuk dapat berkompetisi dan mendapatkan informasi yang cepat dan akurat.
Dalam perubahan ini, sistem ekonomi dunia berubah menjadi sistem ekonomi berbasis pengetahuan dan bukan berbasis sumber daya alam ataupun manusia. Negara-negara yang mampu mengembangkan dan memiliki pengetahuan yang maju akan memimpin perekonomian dunia walaupun memiliki sumber daya alam maupun manusia yang sedikit, beberapa contoh negara seperti itu adalah Korea, Jepang dan Singapura.
Secara teori ekonomi, Negara seperti Indonesia, China, India, Amerika, Brazil dan Rusia adalah Negara-negara yang mempunyai potensi sebagai negara maju karena ketersediaan sumber daya alam dan manusia yang melimpah namun kemudian kemajuannya sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai teknologi (pengetahuan).
Peneilitian yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia yang saat ini menduduki posisi 16 besar kekuatan ekonomi dunia bisa menjadi peringkat 7 pada tahun 2030, kekuatan ekonomi ini didukung oleh 113 juta tenaga kerja terampil yang bekerja di seluruh sektor ekonomi. Tantangannya adalah apakah sistem pendidikan di Indonesia akan mampu mempersiapkan tenaga kerja terampil yang mengisi peluang kerja tersebut atau nantinya tenaga kerja asing yang akan mengambil alih posisi tersebut. Kelas menengah Indonesia akan berkembang dari 45 juta menjadi 135 juta orang, pasar dalam negeri akan semakin besar namun apakah ekonomi akan didukung pada konsumsi barang dan jasa atau Indonesia juga menjadi produsen barang dan jasa dan mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.
mckensie
Kita tidak bisa duduk diam untuk mencapai posisi tersebut, dunia pendidikan menjadi pondasi dasar apakah kita akan mencapai posisi tersebut di atas, tanggung jawab semua pendidik untuk mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja terampil yang mampu berkompetisi secara global.

Transformasi Pendidikan

Dunia berubah maka dunia pendidikan juga harus berubah, pola pembelajaran harus berubah agar dunia pendidikan menjadi relevan dengan tantangan dan peluang yang terjadi di kehidupan nyata. Dalam dunia kerja saat ini kemampuan yang diminta adalah kemampuan untuk bekerja sama dalam team, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan untuk mengarahkan diri, berpikir kritis, menguasai teknologi serta mampu berkomunikasi dengan efektif.
Kemampuan-kemampuan tersebut diatas disebut sebagai kemampuan abad 21 (21st Century Skills), dan harus mampu dikembangkan secara sistematis dalam dunia pendidikan, proses pembelajaran harus mampu mendorong terciptanya kemampuan tersebut. Jadi selain kemampuan akademis maka dunia pendidikan harus mampu menciptakan manusia yang mempunyai kemampuan belajar, beradaptasi dan berinovasi. Dalam kerangka dunia pendidikan Indonesia dikenal dengan pendidikan yang berkarakter, selain itu Indonesia mempunyai satu keunggulan dalam hal pendidikan spiritualisme dengan kekuatan pelajaran agama dan rohani.
Transformasi pendidikan mencakup beberapa hal pokok yaitu :
  1. Kebijakan pendidikan, kebijakan pendidikan harus menunjukkan arahan yang jelas mengenai tujuan dan target yang ingin dicapai serta cara untuk mencapainya. Kebijakan harus tetap fleksibel dan bisa diterapkan sesuai kondisi lokal. Kurikulum dan sistem penilaian, kurikulum sebagai acuan dalam pengembangan pembelajaran dan sistem penilaian harus sudah mengarah pada pola pemblajaran abad 21 yang lebih berpusat pada siswa.
  2. Pengembangan kompetensi Guru, guru sebagai motor terdepan dalam perubahan harus menjadi pihak pertama yang siap dalam proses perubahan ini. Guru harus mampu mengubah proses pembelajarannya dari yang tradisional berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa
  3. Teknologi, integrasi teknologi dalam proses belajar merupakan sebuah keniscayaan, siswa harus diarahkan dan diberikan kesempatan yang sebesar-besarnya dalam mencari informasi sesuai dengan target pembelajaran. Proses belajar dengan teknologi sebetulnya sama dengan proses bekerja dalam kehidupan nyata yang selalu bersinggungan dengan teknologi, yang artinya proses pembelajaran menjadi relevan dengan proses kerja.
  4. Riset dan evaluasi, setiap proses apapun membutuhkan umpan balik untuk menyempurnakan sistemnya oleh karena itu evaluasi menjadi penting untuk melihat dampak keberhasilan dari setiap kebijakan. Riset menjadi penting agar kita selalu dalam kondisi aktual dalam pengembangan dunia pendidikan.
Transformasi pendidikan bisa dilakukan di berbagai tingkatan baik dari satuan terkecil di satuan pendidikan yaitu sekolah maupun di tingkat pemerintahan dari tingkat kabupaten sampai nasional. Saat ini Indonesia sudah menuju perubahan dengan terbitnya kurikulum 2013 namun sistem penilaian yang masih bertumpu pada ujian nasional mungkin perlu dikaji ulang untuk menentukan sistem penilaian terbaik. Kebijakan mengenai hilangnya pelajaran TIK mungkin harus dikaji ulang karena melihat kondisi dan situasi lapangan, secara alami semua guru harus mampu menguasai TIK dan pada akhirnya guru TIK hanya akan ada di sekolah-sekolah yang memang jurusannya mengenai TIK namun dengan melihat kondisi lapangan yang sangat bervariasi dan kadang terjadi celah yang lebar antara kota dan desa, bagian barat dan timur maka perlu kebijakan yang lebih fleksibel.
Pendekatan sistemik transformasi pendidikan
Pendekatan sistemik transformasi pendidikan
Dunia pendidikan di seluruh belahan dunia sedang berubah dan berbenah diri, negara-negara maju seperti Amerika juga menghadapi tantangan yang sama dengan Indonesia sehingga sebetulnya kita belum terlambat untuk segera bisa mengadakan perubahan yang jelas dan terarah untuk menyongsong abad 21 ini. Beberapa negara yang maju dunia pendidikannya yang bisa menjadi rujukan adalah Korea dan SIngapura, kita tidak perlu mengulang dari awal namun yang terpenting adalah semangat untuk berubah atau melakukan transformasi pendidikan.
Salah satu kutipan tentang pendidikan adalah Sebuah negara tidak akan mengalami kemajuan lebih dari kemajuan dunia pendidikannya – John F. Kennedy. Indonesia dengan segala kemajuan ekonominya yang ditandai oleh kemajuan fisik pembangunan tidak akan dapat disebut sebagai negara maju apabila pendidikannya masih sangat tradisional. Pendidikan berarti membangun peradaban manusia, kemajuan peradaban bisa dilihat pada kehidupan sehari-hari seperti ketertiban berlalu lintas, kebersihan lingkungan, kepatuhan pada aturan dll.

Siswa Abad 21

Di era digital informasi ini, anak-anak menerima informasi yang berlimpah dari berbagai macam sumber informasi seperti TV, Radio, majalah, Koran, internet dll. Informasi tersebut telah membentuk pemahaman awal terhadap berbagai konsep dan peristiwa di dunia ini sehingga membuat mereka menjadi kritis dalam menerima masukan, arahan atau pelajaran baru dari guru dan orang tua. Para guru dan orang tua saat ini menghadapi era transisi yang sangat luar biasa dan menghadapi tantangan yang besar dalam upaya membesarkan dan mendidik anak-anak, karena generasi orang tua dan guru saat ini dibesarkan dalam sebuah era yang jauh berbeda dengan era anak-anak sekarang.
Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak lahir, mereka disebut sebagai “Digital Native” (kaum pribumi dunia digital), secara alami generasi ini mampu menguasai teknologi dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berlaku untuk semua anak-anak dalam generasi ini, seperti contohnya ada sebuah kejadian seorang anak dari kota besar membawa Ipad ke sebuah desa dan bermain dengan anak-anak di desa tersebut, walaupun anak-anak desa itu belum pernah melihat atau bermain dengan Ipad namun hanya dalam waktu sebentar setelah melihat mereka sudah mampu untuk menggunakan Ipad tersebut.
Dengan serbuan informasi dan teknologi di sekitar kehidupan anak-anak generasi saat ini, mereka secara alami mengembangkan kemampuan “multi-tasking” dalam melakukan berbagai kegiatan dalam satu waktu seperti misalnya belajar sambil mendengarkan musik atau belajar sambil bermain games, seperti layaknya cara kerja sebuah komputer.
Guru harus paham benar akan perubahan budaya dan kebiasaan anak saat ini sehingga mampu mengembangkan pembelajaran yang tidak mematikan sikap kritis dan kreatifitas mereka, bahkan mendorong mereka untuk mengembangkan talenta yang mereka miliki. Kata kunci yang bisa digunakan dalam pembelajaran adalah “Engage” (Keterlibatan), proses pembelajaran harus melibatkan siswa sebagai subyek pembelajar bukan menjadi obyek yang pasif menerima pelajaran.

Pembelajaran abad 21

Untuk mengembangkan pembelajaran abad 21, guru harus memulai satu langkah perubahan yaitu merubah pola pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pola pembelajaran yang tradisional bisa dipahami sebagai pola pembelajaran dimana guru banyak memberikan ceramah sedangkan siswa lebih banyak mendengar, mencatat dan menghafal.
Guru sudah sering mendengar mengenai pola pembelajaran CBSA (Cara Belajar Siwa Aktif), namun pendekatan yang dilakukan masih bersifat tradisional sehingga diplesetkan menjadi Catat Buku Sampai Abis. Untuk mengerti pola pembelajaran yang berpusat pada siswa maka kita bisa kembali kepada slogan pendidikan kita yang tercantum dalam logo kementerian pendidikan dan kebudayaan dan merupakan pesan dari Bapak Pendidikan Bangsa, Ki Hajar Dewantara, yaitu Tut Wuri Handayani. Guru berperan sebagai pendorong dan fasilitator agar siswa bisa sukses dalam kehidupan. Satu hal lain yang penting yaitu guru akan menjadi contoh pembelajar (learner model), guru harus mengikuti perkembangan ilmu terakhir sehingga sebetulnay dalam seluruh proses pembelajaran ini guru dan siswa akan belajar bersama namun guru mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengelola kelas.
Beberapa karakteristik pembelajaran berpusat pada siswa dibandingkan dengan pembelajaran tradisional bisa dilihat di tabel di bawah ini.
Tabel 1. Perbedaan Pembelajaran Berpusat Pada Guru dan Pembelajaran Berpusat pada Siswa
Tabel 1. Perbedaan Pembelajaran Berpusat Pada Guru dan Pembelajaran Berpusat pada Siswa
Untuk mampu mengembangkan pembelajaran abad 21 ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan yaitu antara lain :
1. Tugas Utama Guru Sebagai Perencana Pembelajaran
Sebagai fasilitator dan pengelola kelas maka tugas guru yang penting adalah dalam pembuatan RPP. RPP haruslah baik dan detil dan mampu menjelaskan semua proses yang akan terjadi dalam kelas termasuk proses penilaian dan target yang ingin dicapai. Dalam menyusun RPP, guru harus mampu mengkombinasikan antara target yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan kecakapan abad 21 atau karakter nasional serta pemanfaatan teknologi dalam kelas.
2. Masukkan unsur Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking)
Teknologi dalam hal ini khususnya internet akan sangat memudahkan siswa untuk memperoleh informasi dan jawaban dari persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk permasalahan yang bersifat pengetahuan dan pemahaman bisa dicari solusinya dengan sangat mudah da nada kecenderungan bahwa siswa hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus mampu memberikan tugas di tingkat aplikasi, analisa, evaluasi dan kreasi, hal ini akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan membaca informasi yang mereka kumpulkan sebelum menyelasikan tugas dari guru.
BloomsSlide.002
3. Penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi
Beberapa pendekatan pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), pembelajaran berbasis keingintahuan (Inquiry Based Learning) serta model pembelajaran silang (jigsaw) maupun model kelas terbalik (Flipped Classroom) dapat diterapkan oleh guru untuk memperkaya pengalaman belajar siswa (Learning Experience). Satu hal yang perlu dipahami bahwa siswa harus mengerti dan memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata, siswa harus mampu menerapkan ilmunya untuk mencari solusi permasalahan dalam kehidupan nyata. Hal ini yang membuat Indonesia mendapatkan peringkat rendah (64 dari 65 negara) dari nilai PISA di tahun 2012, siswa Indonesia tidak biasa menghubungkan ilmu dengan permasalahan riil kehidupan.
4. Integrasi Teknologi
Sekolah dimana siswa dan guru mempunyai akses teknologi yang baik harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, siswa harus terbiasa bekerja dengan teknologi seperti layaknya orang yang bekerja. Seringkali guru mengeluhkan mengenai fasilitas teknologi yang belum mereka miliki, satu hal saja bahwa pengembangan pembelajaran abad 21 bisa dilakukan tanpa unsur teknologi, yang terpenting adalah guru yang baik yang bisa mengembangkan proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, namun tentu saja guru harus berusaha untuk menguasai teknologinya terlebih dahulu.
Hal yang paling mendasar yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat bantu yang baik dan kuat apabila pola pembelajarannya masih tradisional. Guru yang baik akan membuat keajaiban bukan teknologinya. Mari lakukan perubahan, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini(sumber:https://edukasi101.com)

Pembelajaran Abad 21 dan Peran Pendidik di Abad 21

Istilah pembelajaran merupakan perkembangan dari istilah pengajaran. Secara sederhana pembelajaran merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh seorang pendidik untuk membelajarkan peserta didik yang belajar. Pada pendidikan formal (sekolah), pembelajaran merupakan tugas yang dibebankan kepada pendidik, karena pendidik merupakan tenaga profesional yang dipersiapkan untuk mengajar.
          Penyelenggaraan pendidikan nasioanl sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional “harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global”. Dinyatakan pada pasal 36 ayat 3 bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan;  tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta dinamika perkembangan global.
          Pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
          Setidaknya ada empat yang harus dimiliki oleh generasi abad 21, yaitu: ways of thingking, ways of working, tools for working and skills for living in the word. Bagaimana seorang pendidik harus mendesain pembelajaran yang akan menghantarkan peserta didik memenuhi kebutuhan abad 21. Berikut kemampuan abad 21 yang harus dimiliki peserta didik, yaitu:
1.             Way of thinking, cara berfikir yaitu beberapa kemampuan berfikir yang harus dikuasai peserta didik untuk menghadapi dunia abad 21. Kemampuan berfikir tersebut diantaranya: kreatif, berfikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan pembelajar.
2.             Ways of working. kemampuan bagaimana mereka harus bekerja. dengan dunia yang global dan dunia digital. beberapa kemampuan yang harus dikuasai peserta didik adalah communication and collaboration.  Generasi abad 21 harus mampu berkomunikasi dengan baik, dengan menggunakan berbagai metode dan strategi komunikasi. Juga harus mampu berkolaborasi dan bekerja sama dengan individu maupun komunitas dan jaringan. Jaringan komunikasi dan kerjasama ini memamfaatkan berbagai cara, metode dan strategi berbasis ICT. Bagaimana seseorang harus mampu bekerja secara bersama dengan kemampuan yang berbeda-beda.
3.             Tools for working. Seseorang harus memiliki dan menguasai alat untuk bekerja. Penguasaan terhadap Information and communications technology (ICT) and information literacy merupakan sebuah keharusan. Tanpa ICT dan sumber informasi yang berbasis segala sumber akan sulit seseorang mengembangkan pekerjaannya.
4.             Skills for living in the world. kemampuan untuk menjalani kehidupan di abad 21, yaitu: Citizenship, life and career, and personal and social responsibility. Bagaimana peserta didik harus hidup sebagai warga negara, kehidupan dan karir, dan tanggung jawab pribadi dan sosial.
Berikut perbedaan pembelajaran abad 20 dengan pembelajaran abad 21
Jenis
Pembelajaran Abad 20
Pembelajaran Abad 21
Lingkungan
Berpusat pada pendidik
Berpusat pada peserta didik
Aktivitas Kelas
Pendidik sebagai sentral dan bersifat didaktis
Peserta didik sebagai sentral dan bersifat interaktif
Peran Pendidik
Menyampaikan fakta-fakta, pendidik sebagai ahli
Kolaboratif, kadang-kadang peserta didik sebagai ahli
Penekanan Pengajaran
Mengingat fakta-fakta
Hubungan antara informasi dan temuan
Konsep Pengetahuan
Akumulasi fakta secara kuantitas
Transformasi fakta-fakta
Penilaian
Soal-soal pilihan berganda
Protofolio, pemecahan masalah, dan penampilan
Penampilan Keberhasilan
Penilaian acuan norma
Kuantitas pemahaman, penilaian acuan patokan
Penggunaan Teknologi
Latihan dan praktek
Komunikasi, akses, kolaborasi, ekspresi
          Pendidik harus mengubah paradigma pembelajaranya agar peserta didik memiliki kemampuan di abad 21, yaitu:
1.      Pendidik sebagai pengarah menjadi sebagai fasilitator, pembimbing dan konsultan.
2.      Pendidik sebagai sumber pengetahuan menjadi sebagai kawan belajar.
3.      Belajar diarahkan oleh kurikulum menjadi diarahkan oleh siswa-kulum.
4.      Belajar terjadwal secara ketat dengan waktu terbatas menjadi belajar secara terbuka, ketat dengan waktu fleksibel sesuai keperluan.
5.      Belajar berdasarkan fakta menjadi berdasarkan projek dan survei.
6.      Bersifat teoritik, prinsip dan survei menjadi dunia nyata, refleksi prinsip dan survei.
7.      Pengulangan dan latihan menjadi penyelidikan dan perancangan.
8.      Aturan dan prosedur menjadi penemuan dan penciptaan.
9.      Kompetitif menjadi collaboratif.
10.  Berfokus pada kelas menjadi berfokus pada masyarakat.
11.  Hasilnya ditentukkan sebelumnya menjadi hasilnya terbuka.
12.  Mengikuti norma menjadi keanekaragaman yang kreatif.
13.  Komputer sebagai subjek belajar menjadi peralatan semua jenis belajar.
14.  Presentasi dengan media statis menjadi interaksi multimedia dinamis.
15.  Komunikasi sebatas ruang kelas menjadi tidak terbatas.
16.  Tes diukur dengan norma menjadi unjuk kerja diukur pakar, penasehat dan teman sebaya.
          Pembelajaran abad 21 sekarang ini hendaknya disesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan zaman. Begitu halnya dengan kurikulum yang dikembangkan saat ini oleh sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru/pendidik (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa/peserta didik (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skils).
          Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh peserta didik apabila pendidik mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong peserta didik untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya.
          Pembelajaran yang berpusat pada siswa/peserta didik memiliki beberapa karakter yang sering di sebut sebagai 4C, yaitu:
1.             Communication
Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari  pendidiknya.
2.             Collaboration
Pada karakter ini, peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Peserta didik juga menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat, menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancuan.
3.             Critical Thinking and Problem Solving
Pada karakter ini, peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antara sistem. Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.
4.             Creativity and Innovation
Pada karakter ini, peserta didik memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
          Selain pendekatan pembelajaran, peserta didik pun harus diberi kesempatan untuk mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi khususnya komputer.
          Literasi ICT adalah suatu kemampuan untuk menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran untuk mencapai kecakapan berpikir dan belajar peserta didik. Kegiatan-kegiatan yang harus disiapkan oleh pendidik adalah kegiatan yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menggunakan teknologi komputer untuk melatih keterampilan berpikir kritisnya dalam memecahkan masalah melalui kolaborasi dan komunikasi dengan teman sejawat, guru-guru, ahli atau orang lain yang memiliki minat yang sama.
          Aspek lain yang tidak kalau pentingnya adalah assessmen. Pendidik harus mampu merancang sistem assessmen yang bersifat kontinyu - ongoing assessmen - sejak peserta didik melakukan kegiatan, sedang dan setelah selesai melaksanakan kegiatannya. Assessmen bisa diberikan diantara peserta didik sebagai feedback, oleh pendidik dengan rubric yang telah disiapkan atau berdasarkan kinerja serta produk yang mereka hasilkan.
          Untuk mencapai tujuan di atas, pendekatan pembelajaran yang cukup menantang bagi pendidik adalah pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-based learning atau PBL).
          Di dalam mengembangkan PBL, pendidik dituntut untuk menyiapkan unit plan, sebagai portfolio guru dalam proses pembelajarannya. Di dalam unit plan, pendidik harus mengarahkan rencana proyeknya dalam sebuah Kerangka Pertanyaan berdasarkan SK/KD yang ada dalam kurikulum. CFQ atau Curriculum frame Question adalah sebagai alat untuk mengarahkan peserta didik dalam mengerjakan proyeknya, sehingga sesuai dengan tujuan yang telah direncakan.
          Pendidik harus menyiapkan materi-materi pendukung untuk kelancaran proyek peserta didik, demikian pula peserta didik harus mampu membuat contoh-contoh hasil tugasnya untuk ditampilkan atau dipresentasikan di depan temannya. Pada saat presentasi hasil proyeknya peserta didik mendapat kesempatan untuk melakukan assessmen terhadap temannya - peer assessmen, memberikan feedback pada hasil kerjanya.
          Dalam rencana pelajaran pendidik pun harus memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melaporkan hasil proyeknya dalam berbagai bentuk, bisa dalam bentuk blog, wiki, poster, newsletter atau laporan. Kegiatan yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau high order thinking harus dirancang dalam rencana pelajaran pendidik. Peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan analisis, sintesis dan evaluasi melalui proyek yang mereka kerjakan.
          PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa/peserta didik yang diyakini para ahli mampu menyiapkan peserta didik kita untuk menghadapi dunia kerja di abad ke-21.
          Menurut para ahli, project-based learning merupakan salah satu pendektan pembelajaran yang berpusat pada siswa/peserta didik yang mampu mengembangkan semua kecakapan di atas. Hal ini dikarenakan PBL memiliki karakteristik sebagai berikut:
·            Peserta didik menjadi pusat atau sebagai obyek yang secara aktif belajar pada proses pembelajaran.
·            Proyek-proyek yang direncanakan terfokus pada tujuan pembelajaran yang sudah digariskan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam kurikulum.
·            Proyek dikembangkan oleh pertanyaan-pertanyaan sebagai kerangka dari kurikulum (curriculum-framing question).
·            Proyek melibatkan berbagai jenis dan bentuk assessmen yang dilakukan secara kontinyu (ongoing assessmen).
·            Proyek berhubungan langsung dengan dunia kehidupan nyata.
·            Peserta didik menunjukkan pengetahuannya melalui produk atau kinerjanya.
·            Teknologi mendukung dan meningkatkan proses belajar peserta didik.
·            Keterampilan berpikir terintegrasi dalam proyek.
·            Strategi pembelajarn bervariasi karena untuk mendukung oleh berbagai tipe belajar yang dimiliki oleh siswa (multiple learning style).
Selanjutnya sebagai seorang pendidik, harus mampu mengatur dan mendesain pembelajaran agar peserta didik memiliki kemampuan di abad 21 ini. Dengan demikian peran pendidik di abad 21, yaitu:
1.        Pendidik sebagai fasilitator,
2.        Pendidik sebagai pembimbing,
3.        Pendidik sebagai konsultan,
4.        Pendidik sebagai motivator,
5.        Pendidik sebagai monitor (memonitor aktivitas siswa),
6.        Pendidik sebagai kawan belajar bagi peserta didik.
Referensi:

Download Buku Guru dan Buku Siswa Sekolah Dasar Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Berikut ini merupakan link-link untuk mendownload atau mengunduh buku guru dan buku siswa kelas 2 SD untuk kurikulum 2013 revisi terbaru Tahun 2017.

Buku Guru:

Kelas 2 Tema 1
Kelas 2 Tema 2
Kelas 2 Tema 3
Kelas 2 Tema 4

Buku Siswa: 
Kelas 2 Tema 1
Kelas 2 Tema 2
Kelas 2 Tema 3
Kelas 2 Tema 4

Semoga bermanfaat. Jangan lupa bagikan atau share ke siapa saja yang membutuhkan demi kemajuan pendidikan indonesia.

 Oleh karena begitu pentingnya buku guru dan buku siswa kelas 2 untuk kurikulum 2013 yang telah disempurnakan atau direvisi tahun 2017 ini, maka berikut ini diberikan link-link untuk mempermudah guru dan siswa memperoleh buku-buku tersebut. Cara mengunduh atau mendownload buku-buku tersebut adalah cukup dengan mengklik link yang sesuai. Selanjutnya, akan diarahkan pada google drive. Para guru tinggal mengklik panah terbalik yang terletak pada pojok kanan jendela google drive dan menyimpannya pada drive komputer masing-masing.

Berikut ini merupakan link-link untuk mendownload atau mengunduh buku guru dan buku siswa kelas 2 SD untuk kurikulum 2013 revisi terbaru Tahun 2017.

Buku Guru:

Kelas 2 Tema 1
Kelas 2 Tema 2
Kelas 2 Tema 3
Kelas 2 Tema 4

Buku Siswa: 
Kelas 2 Tema 1
Kelas 2 Tema 2
Kelas 2 Tema 3
Kelas 2 Tema 4

Semoga bermanfaat.

Download Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 5 untuk Kurikulum 2013 Revisi 2017

Pada buku edisi revisi 2017 telah dijabarkan proses pembelajaran yang akan membantu siswa mencapai setiap kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran aktif, kreatif, menantang, dan bermakna serta mendorong mereka untuk berpikir kritis berlandaskan kepada nilai-nilai luhur.Berikut ini merupakan tautan untuk buku guru dan buku siswa kurikulum 2013 untuk kelas 5.

Kelas 5 Tema 1 BG.pdf: Organ Gerak Hewan dan Manusia
Kelas 5 Tema 1 BS.pdf : Organ Gerak Hewan dan Manusia
Kelas 5 Tema 2 BG.pdf: Udara Bersih Bagi Kesehatan
Kelas 5 Tema 2 BS.pdf : Udara Bersih Bagi Kesehatan
Kelas 5 Tema 3 BS.pdf: Makanan Sehat
Kelas 5 Tema 3 BG.pdf: Makanan Sehat
Kelas 5 Tema 4 BS.pdf: Sehat itu Penting
Kelas 5 Tema 4 BG.pdf: Sehat itu Penting
Kelas 5 Tema 5 BS.pdf: Ekosistem
Kelas 5 Tema 5 BG.pdf: Ekosistem

Buku guru dan buku siswa pada link-link atau tautan tautan yang diberikan di atas adalah merupakan penyempurnaan buku guru dan buku guru edisi sebelumnya. Buku ini bersifat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang sehingga para guru dapat menyempurnakan atau menyesuaikan penggunaannya sesuai dengan konteks dan keadaan sekolah masing-masing.

Cara mendownload buku di atas adalah dengan cara mengklik link yang diberikan, setelah itu akan muncul jendela google drive. selanjutnya tinggal mengklik panah ke bawah pada pojok kanan atas pada jendela google drive. Semoga bermanfaat.

 
Download Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 5 untuk Kurikulum 2013 Revisi 2017-Pada posting sebelumnya saya memberikan tautan Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 5 untuk Kurikulum 2013 edisi revisi 2014. Ternyata, untuk tahun ini, buku guru dan siswa yang digunakan adalah revisi 2017. Beberapa teman pembaca setia blog ini meminta untuk memposting dan memberikan tautan untuk buku guru (BG) dan buku siswa (BS) untuk edisi revisi 2017.

Setelah browsing sana sini, saya menemukan buku dalam bentuk softcopy yang merupakan buku contoh untuk guru dan siswa revisi terakhir 2017. Semoga dengan menggunakan buku tersebut para guru secara holistik dapat mengembangkan kompetensi siswa pada sisi kognisi, afeksi dan psikomotorik yang dalam proses pelaksanaannya menggunakan pendekatan pembelajaran tematik terpadu.

Pada buku edisi revisi 2017 telah dijabarkan proses pembelajaran yang akan membantu siswa mencapai setiap kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran aktif, kreatif, menantang, dan bermakna serta mendorong mereka untuk berpikir kritis berlandaskan kepada nilai-nilai luhur.Berikut ini merupakan tautan untuk buku guru dan buku siswa kurikulum 2013 untuk kelas 5.

Kelas 5 Tema 1 BG.pdf: Organ Gerak Hewan dan Manusia
Kelas 5 Tema 1 BS.pdf : Organ Gerak Hewan dan Manusia
Kelas 5 Tema 2 BG.pdf: Udara Bersih Bagi Kesehatan
Kelas 5 Tema 2 BS.pdf : Udara Bersih Bagi Kesehatan
Kelas 5 Tema 3 BS.pdf: Makanan Sehat
Kelas 5 Tema 3 BG.pdf: Makanan Sehat
Kelas 5 Tema 4 BS.pdf: Sehat itu Penting
Kelas 5 Tema 4 BG.pdf: Sehat itu Penting
Kelas 5 Tema 5 BS.pdf: Ekosistem
Kelas 5 Tema 5 BG.pdf: Ekosistem

Buku guru dan buku siswa pada link-link atau tautan tautan yang diberikan di atas adalah merupakan penyempurnaan buku guru dan buku guru edisi sebelumnya. Buku ini bersifat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang sehingga para guru dapat menyempurnakan atau menyesuaikan penggunaannya sesuai dengan konteks dan keadaan sekolah masing-masing.

Cara mendownload buku di atas adalah dengan cara mengklik link yang diberikan, setelah itu akan muncul jendela google drive. selanjutnya tinggal mengklik panah ke bawah pada pojok kanan atas pada jendela google drive. Semoga bermanfaat.

Unduh Gratis Buku Guru dan Siswa Kurikulum 2013 Kelas 5 Semester 2 SD/MI edisi Revisi 2017

Untuk mengawali Awal Semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018 maka Admin akan membagikan Buku Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 2013 Revisi 2017 untuk Kelas 5 SD/MI Semester 2 ini dengan gratis dan dengan sangat mudah untuk mendownloadnya.

Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 5 Semester 2 SD/MI edisi Revisi 2017

Buku Siswa Kurikulum 2013 Kelas 5 Semester 2 SD/MI edisi Revisi 2017

Peran dan kreativitas guru Sangat penting pada guna untuk meningkatkan dan menyesuaikan kemampuan daya serap setiap siswa. Guru dapat memperkaya pemahaman dan pengalaman siswa bersama dengan kreasi di dalam wujud kegiatan-kegiatan lain yang cocok dan relevan yang dan juga bersumber berasal dari lingkungan sosial dan alam sekitar.

Download Buku Guru dan Buku Siswa Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 SD Kelas 1 Pendidikan Agama Islam, Buddha, Hindu, Katolik, Khonghucu, Kristen dan Budi Pekerti

Buku ini dibuat dengan berlandaskan pada Kompetensi Dasar yang telah disusun oleh Kemendikbud. Demikian pula, buku ini telah melalui proses review, evaluasi, penyuntingan, dan mendapatkan catatan serta saran-saran perbaikan yang dilakukan oleh penelaah maupun tim editor di bawah pengawasan Kemendikbud.
Berbeda dengan Buku Siswa sebelumnya, berdasarkan kesepakatan para penulis dan pihak Puskurbuk, Buku Siswa kali ini tidak dilengkapi dengan lembar latihan. Hal ini dilakukan agar guru lebih memaksimalkan kegiatan dan latihan-latihan sepanjang kandungan buku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dan bukannya meloncat langsung pada latihan-latihan penyelesaian soal. Jika diperlukan, guru juga dapat berkreasi sendiri membuat soal-soal latihan dan bahan-bahan penilaian yang diperlukan dan disesuaikan dengan kondisi peserta didik.

Download Buku Guru Kurikulum 2013 SD Kelas 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Edisi Revisi Tahun 2017 selengkapnya dapat dibaca langsung sekaligus diunduh pada tautan yang tersedia di bawah ini:
Download Buku Siswa Kurikulum 2013 SD Kelas 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Edisi Revisi Tahun 2017 selengkapnya dapat dibaca langsung sekaligus diunduh pada tautan yang tersedia di bawah ini:
Demikian share Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 1 materi pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti edisi revisi 2017. Semoga bermanfaat dan terimakasih

Download Buku Guru dan Buku Siswa Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 SD/MI Kelas 1 Tema 8 Peristiwa Alam

Buku teks yang berbasis aktivitas ini disusun sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan yang sangat mengedepankan pada pencapaian kompetensi siswa sesuai standar kelulusan yang ditetapkan. Karena hanya sebagai salah satu penunjang, peserta didik maupun guru tidak diharapkan menggunakan buku ini sebagai satu-satunya buku teks yang menjadi acuan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Buku ini lebih sebagai buku aktivitas siswa yang masih membutuhkan buku-buku penunjang guna memperkaya wawasan dan keterampilan peserta didik. Jika perlu, bisa saja guru memanfaatkan buku-buku KTSP yang sudah dimiliki sekolah sebagai penunjang, mengingat buku-buku tersebut memang didesain sebagai buku teks yang sarat materi. Guru maupun peserta didik juga dapat memanfaatkan bahan-bahan belajar lainnya yg relevan, termasuk ensiklopedia, berbagai buku yang membahas topik terkait pembelajaran, majalah, surat kabar, dan sebagainya.

Buku ini dibuat dengan berlandaskan pada Kompetensi Dasar yang telah disusun oleh Kemendikbud. Demikian pula, buku ini telah melalui proses review, evaluasi, penyuntingan, dan mendapatkan catatan serta saran-saran perbaikan yang dilakukan oleh penelaah maupun tim editor di bawah pengawasan Kemendikbud.
Berbeda dengan Buku Siswa sebelumnya, berdasarkan kesepakatan para penulis dan pihak Puskurbuk, Buku Siswa kali ini tidak dilengkapi dengan lembar latihan. Hal ini dilakukan agar guru lebih memaksimalkan kegiatan dan latihan-latihan sepanjang kandungan buku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dan bukannya meloncat langsung pada latihan-latihan penyelesaian soal. Jika diperlukan, guru juga dapat berkreasi sendiri membuat soal-soal latihan dan bahan-bahan penilaian yang diperlukan dan disesuaikan dengan kondisi peserta didik.
Download Buku Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 1 Tema 8 Peristiwa Alam Edisi Revisi Tahun 2017 selengkapnya dapat dibaca langsung sekaligus diunduh pada tautan yang tersedia di bawah ini:
Demikian share Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 1 Tema 8 Peristiwa Alam edisi revisi 2017. Semoga bermanfaat dan terimakasih..